Pentingnya hubungan orang Tua dan anak

shares

 Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama, maka hubungan antar keluarga sangat berperan dalam menentukan pola sikap dan pola perilaku kelak di masa mendatang. Penelitian-penelitian tentang hubungan keluarga menunjukkan bahwa semua hubungan keluarga merupakan faktor penting dalam perkembangan individu Namun selama tahun-tahun masa bayi hubungan antara orang tua-anak lebih penting daripada bentuk hubungan keluarga yang lain (Hurlock, 1980). Ada tiga bukti yang menunjukkan hal itu, yaitu;
1.    1  Kurang Kasih Sayang
Bukti pertama dari pentingnya hubungan orang tua-anak berasal dari kurangnya kasih sayang sejak awal. Bayi yang dimasukkan ke dalam suatu lembaga sehingga kurang mempunyai kesempatan yang wajar untuk mengungkapkan kasih sayang atau untuk dicintai oleh orang lain. Hal ini akan menyebabkan bayi menjadi pendiam, lesu, tidak responsif terhadap semyuman dan tidak berusaha untuk memperoleh kasih sayang. Ia menunjukkan ungkapan amarah yang ekstrem agar mendapatkan perhatian dan kesannya ia tidak bahagia.

2.     2 Perilaku Akrab
Bukti kedua pentingnya hubungan ibu-anak adalah ada atau tidaknya perilaku akrab. Perilaku akrab berarti hubungan bayi dan ibu atau pengganti ibu yang akrab, hangat dan memuaskan. Selama sembilan bulan atau dua belas bulan pertama, semua bayi memerlukan perawatan yang terus menerus dari satu orang, biasanya ibu atau pengganti ibu yang memuaskan. 
Perawatan seperti akan membuat bayi merasa aman namun juga menunjukkan adanya kepuasaan yang dapat diperoleh dari hubungan pribadi yang akrab dengan orang lain. Ini merupakan dasar bagi keinginan untuk mengadakan persahabatan dengan teman-teman sebaya, anggota keluarga lainnya, dan orang-orang di luar rumah selain ibu atau pengganti ibu.

3.     3 Besarnya Keluarga
Bukti ketiga adalah pengaruh besarnya keluarga terhadap awal perkembangan bayi. Bayi dari keluarga besar, yang jarak usia semua anaknya sangat kecil, akan mengalami sedikit hubungan langsung dengan ibunya, karena ibu terlampau sibuk. Dengan demikian, bayi mengalami efek yang berasal dari kurangnya kasih sayang ibu, tidak hanya kurangnya kesempatan untuk mengembangan keterikatan emosi tetapi kekurangan perhatian dan rangsangan ibu. Kurangnya perhatian dan rangsangan dapat dan sering mengakibatkan bayi menjadi lesu dan pasif. (Ris).​

BY: M.arief fahmy

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar