6 Cara Memaksimalkan Kebahgiaan
- Bahagia adalah bagian dari perasaan, dan seringkali sulit diukur
karena parameternya tidak selalu pasti. Jadi, meski kita semua pasti
pernah merasakan kebahagiaan, rasa tersebut kerap hilang timbul.
Sebenarnya apa saja sih yang bisa membuat seseorang merasa bahagia?
Untuk
hal ini, the World Values Survey pernah melakukan penelitian yang
melibatkan 118519 responden dari 96 negara di seluruh dunia. Kebanyakan
dari mereka menyebutkan rasa nyaman dan bahagia muncul dari pemasukan
keuangan yang cukup, pendidikan tinggi, aktivitas sosial, status
hubungan percintaan yang stabil dan pasti, serta aksi politik yang
mereka lakukan.
Penelitian ini juga membuktikan bahwa amat sulit
untuk mengalami kebahagiaan tertinggi yang mencakup seluruh aspek, baik
pencapaian materi dan pendidikan serta hubungan percintaan dan aktivitas
sosial. Inilah sebabnya banyak orang sukses yang mengalami kegagalan
dalam pernikahan.
Namun tenang saja, bukan tidak mungkin kok
memaksimalkan kebahagiaan yang dialami. Untuk itu, ada beberapa tips
dari berbagai penelitian dalam memaksimalkan kebahagiaan:
1. Jangan terlalu sering melamun
Sebuah studi
dari jurusan psikologi Harvard, yang dicetuskan oleh Matt Killingsworth,
Ph.D, mendapatkan fakta bahwa orang yang kerap melamun cenderung sulit
jadi bahagia. Penelitian yang dilakukan pada lebih dari 15 ribu orang
tersebut membuktikan bahwa orang yang punya kesadaran penuh terhadap apa
pun yang dilakukannya dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi
tingkat stres, dan mengarahkan kita kepada kualitas hidup yang lebih
baik.
2. Jangan terlalu sering mainan ponsel
Sebuah
studi dari Kent State University yang melakukan penelitian terhadap
lebih dari 500 mahasiswa menemukan sebuah fakta. Mereka yang sering
menggunakan ponsel punya dampak pada pencapaian nilai yang lebih rendah,
kecemasan yang lebih tinggi, dan mengurangi kebahagiaan.
3. Banyak-banyaklah bersosialisasi
Sebuah
hubungan sosial tidak hanya membuat Anda lebih bahagia, namun juga akan
membuat Anda lebih kaya. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of
Social-Economy yang menggunakan metode tertentu untuk menghitung angka
yang dihasilkan dari sebuah hubungan sosial, menemukan fakta bahwa jika
dinominalkan, sebuah hubungan sosial bisa menambah kekayaan sampai
US$131 ribuan per tahun!
4. Sisihkan waktu untuk berekreasi
Hampir semua
orang suka berlibur. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan lagi. Shawn
Akhor, dosen di Harvard University dan Wharton School of Business,
menulis dalam bukunya: "The Happiness Advantage", bahwa menghabiskan
kurang lebih 20 menit di luar dengan cuaca yang baik tidak hanya
meningkatkan mood positif, tetapi juga memperluas cakrawala berpikir dan
meningkatkan memori kerja otak."
Studi lain dari The London
School of Economics and Political Science juga mendukung pernyataan ini.
Disebutkan bahwa berada di luar ruangan, di dekat laut, atau berada
dalam kehangatan akhir pekan sore yang cerah, adalah tempat yang
sempurna bagi sebagian besar orang untuk merasakan kebahagiaan.
5. Sering berbagi kepada orang lain
Sudah banyak
orang yang menganjurkan sedekah agar bisa membawa berkah. Berbagi akan
membuat orang lebih bisa memaknai hidup ini. Ternyata, semua itu ada
alasan ilmiahnya. Hasil penelitian dari Harvard University menemukan
fakta bahwa menghabiskan uang untuk orang lain (juga disebut "belanja
prososial") meningkatkan kebahagiaan lebih dibanding membeli sesuatu
untuk diri kita sendiri.
6. Buang pikiran negatif
Sebuah studi di
University of Madrid menemukan fakta, bahwa dengan benar-benar menulis
pikiran-pikiran negatif di atas selembar kertas dan kemudian
menghancurkannya sangat efektif untuk meningkatkan kebahagiaan. Mereka
merekomendasikan Anda untuk merobek kertas berisikan pikiran negatif,
melemparkannya di tempat sampah, dan membakarnya!
Satu lagi
penelitian dari Sheldon Lyubomirsky yang dituliskan pada laman
projecthappiness.org, bahwa kebahagiaan lebih mungkin didapatkan dengan
mengubah kebiasaan. Karena hanya 10 persen kebahagiaan kita yang
didapatkan dari lingkungan sekitar. Sementara 90 persen justru berasal
dari dalam diri sendiri dengan pembagian 50 persen berasal dari gen dan
40 persen berasal dari aktivitas sehari-hari, juga pilihan yang kita
buat untuk menjalaninya. Jadi tunggu apalagi? Mari maksimalkan
kebahagiaan kita.
Ratih Astari Kirana (AP201)
0 komentar:
Posting Komentar