Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 April 2017

UTANGKU GAK LUNAS-LUNAS!! ALLAH GAK DENGER DOAKU!


Berapa banyak keluhan itu masuk ke chat saya di WA, FB Messenger, Telegram, atau Email.. jujur sih, secara manusiawi saya puyeng juga digempur ribuan curhatan yang mayoritas ngeluh dan nyaris putus asa dengan utang-utangnya yang belum juga selesai. 

Saya kutip beberapa, jangan kaget yaa...
"Mas saya sudah 3 bulan lebih mengikuti anjuran mas, sholat tepat waktu, ibadah sunah juga, tapi jalan keluar gak ketemu-ketemu juga!"

"Usaha saya berulangkali bangkrut, saya sempat mikir untuk mati saja mas, capeeeek minta ampun didatangi debt colector terus. Doa siang malam tapi Allah gak juga menolong saya.."
"Saya tersandera tagihan kartu kredit ratusan juta mas, saya bahkan jadi budak sex atasan saya demi uang, semua saya bayarkan buat bayar cicilannya.. entah sampai kapan saya begini"

"Saya dan suami sudah manteb hijrah, tapi orang tua masih keras hatinya tidak ridho jika kami meninggalkan pekerjaan sekarang. Padahal hati kami sangat tersiksa dengan kondisi kami, gaji tiap bulan selalu kurang buat bayar cicilan. Berangkat kerja dengan baju rapi, tapi tersandera harga diri.. doa kami siang malam agar orang tua ridho belum Allah kabulkan.."

Daaaan masih banyak chat lainnya yang belum saya respon, per detik ini di FB Messenger saja ada 1948 chat unread! Maaf ya kawan-kawan semua... saya gak punya asisten untuk menjawabnya. Passionnya bakal beda kalo saya serahkan orang lain...

Ini adalah tamparan buat kita semua yang selama ini bersandar selain kepada ALLAH..
Kita punya tuhan lain yang kita jadikan sandaran dan harapan selain ALLAH..

Akhirnya di semua masalah yang kita hadapi termasuk soal utang yang kita cari adalah solusi... solusi... solusi.. solusi!

Padahal yang benar adalah mencari ampunan ALLAH! Kejar itu habis-habisan! Ketika ampunan ALLAH sudah di tangan, ALLAH sudah ridho maka solusi dengan mudahnya ALLAH hadirkan di depan mata... Min haitsu layah tasib (Dari jalan yang tidak terduga-duga)

Doa kita hanya lunas utang... lunas utang... lunas utang!
Padahal yang benar adalah minta ampun.. minta ampun... minta ampuuun!
Taubat total untuk kesalahan masa lalu.. kejar itu! Soal utang mah, ALLAH gampaaaang turun tangan menyelesaikan...

Ketika kita hanya fokus doa lunas utang, kita bisa tersandera menjadi egois! Gak lagi peduli pada anak yatim dan orang miskin.. yang jelas-jelas ALLAH minta kita mengasihi mereka di kondisi lapang dan sempit...
Alesannya klasik!

"Bagaimana saya mau sedekah mas! Buat bayar cicilan ajaaaa duitnya kurang terus!"
Nah itu! Merasa kuraaang teruuus, maka ALLAH akan membuat hidupnya terus dalam kekurangan.. mengejar harta yang tak akan pernah ada cukupnya!

Padahal ketika kita bersedekah niat lurus karena ALLAH, maka banyak doa-doa kita yang tertunda bisa menjadi terkabul lewat mulut anak-anak yatim dan duafa yang kita beri makan dan kita cukupkan nafkahnya..

Pagi ini hati gerimis dan mata meleleh membaca jawaban ALLAH lewat surat Al Fajr... ayat 15-20
Allah SWT berfirman:

"Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, Tuhanku telah memuliakanku."

(QS. Al-Fajr 89: Ayat 15)
"Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, Tuhanku telah menghinaku."

(QS. Al-Fajr 89: Ayat 16)
"Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,"

(QS. Al-Fajr 89: Ayat 17)
"dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,"

(QS. Al-Fajr 89: Ayat 18)
"sedangkan kamu memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram),"

(QS. Al-Fajr 89: Ayat 19)
"dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan."

(QS. Al-Fajr 89: Ayat 20)
Hati teriris.. telinga terjewer perih..
"Duh Gusti ALLAH.. kulo nyuwun pangapunten"
@Saptuari
Rabu, 12 April 2017

Saat Umar bin Khattab Akui Kelebihan Abu Bakar Shiddiq

Saat Umar bin Khattab Akui Kelebihan Abu Bakar Shiddiq

"Sekali-kali saya tidak dapat melebihi Abu Bakar."
 
Ilustrasi Umar bin Khattab dan Abu Bakar Shiddiq
 
Abu Bakar Shiddiq merupakan sahabat Nabi yang paling awal memeluk Islam. Ia dikenal sebagai khalifah pertama yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memimpin umat Islam.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, beliau menjadi khalifah Islam yang pertama pada tahun 632 hingga tahun 634 M. Sedangkan Umar bin Khattab berasal dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu.
Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq, yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Beliau juga menjadi khalifah kedua setelah meninggalnya khalifah Abu Bakar.

Abu Bakar Shiddiq adalah merupakan sahabat Nabi yang paling awal memeluk Islam. Ia dikenal sebagai khalifah pertama yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam memimpin ummat islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw beliau menjadi khalifah Islam yang pertama pada tahun 632 hingga tahun 634 M. Dan merupakan satu di antara empat khalifah yang diberi gelar Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang diberi petunjuk. Umar bin Khattab berasal dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekah saat itu.

Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Beliau juga menjadi khalifah kedua setelah meninggalnya khalifah Abu Bakar. Tanpa mengenyampingkan sahabat Rasul yang lain, khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar bin Khattab memilki peran penting dalam pengembangan Islam semasa hidup Rasulullah Saw maupun setelah meninggalnya Rasulullah Saw. Pengorbanan khalifah yang dua ini sungguh luar biasa untuk umat Islam.

Keduanya bukan hanya mengorbankan tenaga dan pikiran, akan tetapi kedua sahabat Rasul ini juga mengorbankan harta dan jiwanya untuk kepentingan agama Islam. Suatu ketika setelah terjadi peperangan Tabuk Rasulullah Saw menyeru kepada para sahabatnya untuk memberikan sedekah sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Banyak sahabat-sahabat yang memberikan sedekah dan tidak ketinggalan dua sahabat Rasul ini.

Umar bin Khattab ra pada saat itu memiliki harta kekayaan untuk disedekahkan. Dalam hatinya, ia merenung, “Setiap saat Abu Bakar selalu membelanjakan hartanya lebih banyak dari apa yang telah saya belanjakan di jalan Allah Swt.” Umar berharap dengan karunia Allah Swt, semoga dapat membelanjakan harta di jalan Allah Swt lebih dari Abu Bakar kali ini, saat itu Umar ra mempunyai dua harta kekayaan untuk dibelanjakan di jalan Allah Swt.

Kemudian Umar bin Khattab pulang ke rumahnya untuk menjemput harta yang akan disedekahkannya, dengan perasaan gembira sambil membayangkan bahwa pada hari ini ia akan bersedekah melebihi Abu Bakar. Oleh karena itu, segala yang ada di rumahnya iabeliau akan mengambil setengah hartanya untuk disedekahkan. Selanjutnya Umar bin Khattab membawa hartanya kepada Rasulullah Saw. Pada saat itu Rasulullah Saw bertanya kepada Umar bin Khattab,
“Apa ada yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, wahai Umar?”
Umar ra pun menjawab, “Ya, ada yang saya tinggalkan, wahai Rasulullah.”
Rasulullah bertanya, “Seberapa banyak yang telah kamu tinggalkan untuk keluargamu?”
Ia menjawab, “Saya telah tinggalkan setengahnya.”
Tidak berapa lama kemudian Abu Bakar datang dengan membawa seluruh harta bendanya kepada Rasulullah Saw.
Umar bin Khattab berkata, “Saya mengetahui bahwa beliau telah membawa seluruh harta benda miliknya.
Begitulah pembicaraan yang saya dengar dari pembicaraan antara beliau dengan Rasulullah Saw.” Kemudian Rasulullah Saw bertanya kepada Abu Bakar, “Apakah yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?”
Abu Bakar menjawab, “Saya meninggalkan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka (saya tinggalkan dengan keberkahan nama Allah Swt dan Rasul-Nya serta keridhaan-Nya).”
Mendengar hal itu Umar bin Khattab berkata, “Sejak saat itu saya mengetahui bahwa sekali-kali saya tidak dapat melebihi Abu Bakar.”
Demikianlah sahabat bacaaan madani kisah pengorbanan Abu bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab untuk umat Islam. Dari kisah diatas sahabat yang dua ini selalu mementingkan kepentingan agama terlebih dahulu daripada kepentingan diri sendiri maupun keluarga.
Hal ini bukan hanya terjadi disaat kehidupan Rasulullah Saw. Ini juga terjadi disaat dua sahabat Rasulullah ini menjadi Khalifah sepeninggalan Rasulullah Saw.

Disalin dari : http://www.bacaanmadani.com/2017/04/ketika-umar-bin-khattab-mengakui-tidak.html
Terima kasih sudah berkunjung. 
 


Pejuang sejati di setiap zaman selalu ada

Orasi Ust. Ismail Yusanto yang menggetarkan hati.


Pejuang sejati di setiap zaman selalu ada
Jika mereka lelah karena mengusung kebenaran, maka Allah akan menguatkan kembali
Tapi jika mereka lelah karena tergoda dunia, maka akan ada banyak pejuang yang rela menggantikannya


Dakwah tidak pernah kehabisan pejuang
Kereta dakwah akan terus melaju menghancurkan setiap penghalang dan akan berhenti di stasiun kemenangan.
Semoga Allah selalu menguatkan kita di jalan dakwah,


Menuntun kita di kala lelah melanda
Menghibur dengan janji kemenangan di kala sedih dan duka
Bahwa khilafah akan segera tercapai di tangan kita…


Jika cobaan sepanjang sungai, maka seharusnya kesabaran seluas samudera
Jika harapan seluas hamparan, seharusnya ikhtiar itu seluas langit yang membentang
Jika pengorbanan sebesar bumi, seharusnya keikhlasan itu seluas jagad raya


Kemenangan Islam adalah janji Allah, dengan atau tanpa kita
Jika kita tidak mengambil peran perjuangan, pasti akan ada yang lain
Bukan Islam yang memerlukan kita, tapi kita lah yang membutuhkan Islam


Hidup adalah pilihan.
Mau mengambil peran perjuangan atau tidak
Maka, teruslah melangkah, meski semua manusia berhenti.


Teruslah melangkah, meski duri tajam mengoyak kaki

Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang
Begitu pula aktifis dakwah yang tangguh, tidak lahir dari jalan dakwah yang mulus
Jatuh bangun dalam dakwah itu biasa

Bangkit dari jatuh itu baru luar biasa
Yang penting adalah berapa kali kita bangkit setelah terjatuh

Jangan katakan “Wahai Allah, masalahku sangat besar”, tapi katakan “wahai masalah, Allah itu Maha Besar”

Berbagai masalah itulah yang membuat kita bertahan dan berTuhan
Jika kita lari dari masalah, berarti kita lari dari kasih sayang Allah

Pemenang adalah orang yang pandai bersyukur dan berusaha bangkit dari masalah

Bersiaplah menjadi pemenang

Pemenang dalam pertarungan sengit antar peradaban

Hanya akan ada satu peradaban yang memimpin dunia
It is time for khilafah to lead the world, the greatest ages ever…

Maka, saudara-saudara sekalian,

jadilah AKAR yang gigih mencari air, menembus tanah yang keras demi sebatang pohon

Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan keelokannya pada dunia dan mendapatkan pujian, AKAR tetap tidak iri. Ia tetap tersembunyi dalam tanah
Itulah makna dari sebuah ketulusan dan keikhlasan

Manusia yang memiliki perpaduan tulus, ikhlas, sabar dan tegar bagai AKAR
Merekalah orang-orang yang mampu merubah warna zaman
Yang akan tetap hidup dan menghidupkan

Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi KETAKUTAN yang membuat kita sulit

Karena itu, jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba

Ingatlah, saudara-saudara ku

Jalan perjuangan selalu dirintis oleh orang-orang yang berilmu
Dikerjakan oleh orang-orang yang ikhlas
Dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani

Pejuang sejati tdak selalu hadir pada orang yang cerdas, tidak pula pada orang yang hebat
Namun mereka yang tetap bertahan lah yang layak disebut Pejuang Sejati

Mereka akan selalu belajar dan belajar dari setiap masalah yang dihadapi, dari setiap momen yang dialami hingga suatu hari ia dapati dirinya telah berubah menjadi
Lebih sabar….
Lebih ikhlas…
Lebih berani…

Oleh karena itu, saudara-saudara sekalian marilah kita singsingkan lengan baju, kuatkan iman, bulatkan tekad, bergeraklah tuk berjuang bersama bagi tegaknya kembali izzul Islam wal muslimin., tegaknya kembali syariah dan khilafah

Wahai para pengusaha pejuang, penerus Abdurrahman bin Auf abad 21
Wahai para penegak khilafah rasyidah
Tegakkanlah khilafah berdasar manhaj nubuwwah

Dan kibarkan al liwa dan ar raya laksana bintang di alam semesta

Maka sesungguhnya,

Masa depan dakwah adalah benar-benar ada di tangan kita
Di tanganmu, di tangan anda semua para pengusaha,

Di tangan kita. Takbir…!!!

Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!

Kenapa Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus? Ini Kisahnya

Nabi Yunus ditelan bulat-bulat. Nabi Yunus pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan.


Perjalanan Nabi Yunus menjadi salah satu kisah yang tercantum di dalam Alquran. Kisah itu penuh hikmah dan harus menjadi teladan bagi umat muslim.

Dalam kisah itu, Nabi Yunus mendapat perintah mengajak sebuah penduduk yang berpaling dari Allah. Penduduk sebuah wilayah yang lebih memilih menyembah berhala.

Para ahli tafsir menyebut Yunus bin Mata berdakwah di kampung Ninawa, wilayah di Mosul, Irak. Nabi Yunus melaksanakan perintah itu. Dia mengajak penduduk kampung untuk beriman kepada Allah.


Namun tak mudah bagi Nabi Yunus. Penduduk wilayah itu menolak ajakan beriman kepada Allah dan justru memilih tetap menyembah berhala. Penduduk itu bahkan mengolok dan menghina Nabi Yunus.

Maka, turunlah wahyu yang menyatakan Allah akan menurunkan azab apabila penduduk wilayah itu tak beriman. Dan Nabi Yunus menyampaikan wahyu itu kepada penduduk kampung. Namun tetap saja, mereka memilih menyembah berhala.

Nabi Yunus kemudian marah. Dia lantas pegi dari kampung itu. Penduduk kampung menyadari kesalahan mereka dan yakin azab akan segera turun. Oleh karena itu, mereka kemudian bertobat, memohon ampun kepada Tuhan. Sehingga azab pun batal diturunkan.

“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka adzab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)

Setelah itu, Nabi Yunus tetap meninggalkan kampung dalam keadaan marah. Padahal Allah belum mengizinkannya pergi. Dia menuju ke arah pantai dan kemudian menaiki kapal. Namun, sebuah badai datang. Ombak lautan menjadi sangat dahsyat, angin berhembus begitu kencang. Kapal yang penuh muatan itu oleng. Nyaris tenggelam.

Penumpang kapal kemudian membuang muatan untuk meringankan beban. Namun tetap saja. Kapal itu masih oleng dan hampir tenggelam. Sehingga para penumpang berunding untuk menentukan salah satu dari mereka untuk dibuang ke lautan.

Undian itu dilakukan. Ternyata jatuh pada Nabi Yunus. Namun penumpang lain tak mau Nabi Yunus yang harus dibuang ke laut. Sehingga undian dilakukan untuk kedua kali. Namun hasilnya sama. Dan sampai undian ke tiga, hasilnya juga sama. Sehingga kemudian Nabi Yunus memutuskan menceburkan diri ke lautan.

Saat itu, Allah mengirimkan ikan Nun (paus) untuk menelan Nabi Yunus, tanpa merobek daging maupun mematahkan tulangnya. Nabi Yunus ditelan bulat-bulat. Nabi Yunus pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan.

Di dalam perut ikan, Nabi Yunus terus berzikir dan memohon ampun kepada Allah. Semua kisah itu terekam dalam ayat-ayat Alquran. Yaitu Surat Al-Anbiyaa Ayat 87-88.

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)

Doa Nabi Yunus dalam ayat itu hingga kini diamalkan banyak orang. “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.” (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang berbuat aniaya).

Kisah Nabi Yunus itu juga terekam dalam Surat Ash- Shaaffaat Ayat 139-148. “Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian Maka ia ditelan oleh ikan yang besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS.Ash- Shaaffaat:139-148)

Kisah Nabi Yunus ini memang penuh hikmah. Dalam ayat lain, Allah meminta Nabi Muhammad SAW agar tidak bersikap seperti yang dilakukan Nabi Yunus.

“Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu seperti orang (Yunus) yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya). Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Rabbnya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Lalu Rabbnya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.” (QS.Qalam:48-50)

( Sumber : www.dream.co.id )

Doa untukmu keluarga Hasanahku

Malam yang tak biasa ini, ditengah lelahnya tubuh, terasa panasnya suhu badan, dihamparan sajadah yang terbentang.


Aku memanjatkan rasa syukurku kepadaMu.
Atas Engkau berikan keluarga Hasanahku ini.
Dengan perjuangan yg dahsyat Engaku antarkan mrk kepada kami..

Ya Allah, sungguh Aku memohon, AMPUNKAN SEGALA DOSA2 keluargaku ini.

Jadikan kami semua BENAR BENAR BENAR keluarga yg HASANAH fiddunniya wal aakhiroh Ya Robb.

Ya Rahman Ya Rahim,
jadikan kami keluarga yg penuh CINTA.
Cinta padaMu
Cinta pada RasulMu
Cinta pada HambaMu
Cinta pada Makhluk2Mu

Ajari kami bagaimana mencintai umat islamMu, mudahkan kami masuk dan menyentuh hati mereka Ya Roobb. :cry:Agar umatMu ini TERHINDAR dari DOSA2 RIBA yang sunggguuuuhhhh BESAARR hukumanMu kepadanya.

Ya Allah Ya Ghoffar.. Aku menuliskan ini dengan linangan airmata atas ingatanku ttg DOSA2KU yang begituuuu besaaar, juga mungkin DOSA2 keluarga Hasanahku ini.
AMPUNKAN KAMI YAA ALLAAAAAH. AMPUNKAN KAMI YAA ROBB.

Sungguh kami BERTAUBAT padaMu.
Terimalah taubat kami.

Sesungguhnya hanya Engkaulah tempat kami menyembah, dan hanya Engkaulah tempat kami memohon pertolongan.

Ya Allah Yaa Rozzaak..
Tanpa RidloMu kami takkan bisa apa2. Pintu Rezeki yang terbuka, hanya Engkaulah yang Berkuasa.
Kami mohoon, Ridloi kami Ya Allah. Rahmati kami. SesungguhNya Engkaulah Sang Maha Bijaksana dan tau mana yang TERBAIK untuk kami.

Ku tutup doa ini dengan membaca..

Astaghfirulloohal'adziiim.. Astaghfirulloohal'adziiim.. Astaghfirulloohal'adziiim..

Walhamdulillahirobbill'aalamiin.
Aamiiin Aamiiin Ya Robbal Alamiiiin

AR-RAYAH & AL-LIWA Panji Rasulullah, Bendera Ummat Islam!

Sedikit cerita ya...
Mungkin sama seperti Anda, dulunya Saya pun termasuk orang yang tidak tahu bahwa bendera hitam dan putih INI adalah Ar-Rayah & Al-Liwa. Rayah adalah Panji Rasulullah, sementara Liwa adalah benderanya.
Tadinya Saya pikir ini adalah bendera partai tertentu, sampai pada akhirnya Saya membaca sebuah hadits yang mengatakan:


"Panji (rayah) Rasulullah SAW berwarna hitam dan benderanya (liwa) berwarna putih. Tertulis padanya: Laa ilaaha illalLah Muhammad Rasulullah” (HR. Thabrani)
Dan konon, di hari akhir nanti, Allah SWT akan menyerahkan kepada Nabi Muhammad SAW liwaa’ al-hamd (panji kesyukuran), bendera seluruh penjuru alam. Allah SWT juga telah menetapkan bahwa Nabi Adam dan Nabi-nabi lainnya akan berjalan di bawah panji Rasul.

Rasulullah SAW bersabda:
“Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat dan bukannya sombong. Dan di tanganku bendera Al-Hamd dan bukannya sombong. Dan tidak ada seorang Nabi pun, tidak pula Adam juga yang lainnya ketika itu kecuali semua di bawah benderaku, dan aku orang pertama yang keluar dari tanah/kubur dan bukannya sombong.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Karenanya...
Selaku Muslim yang taat, tentu kita semua berharap menjadi ummat Rasulullah yang mengikuti jejaknya. Betul?

Seperti halnya dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:
“Kami tidak mengutus seorang Rasul pun melainkan untuk ditaati seizin Allah.” (QS. An-Nisa: 64)
Juga dalam surat An-Nisa ayat 69 Allah berfirman:
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa: 69)
***
Back to topic...
Sehubungan banyaknya saudara Muslim dan non-muslim yang miskonsepsi atau salah paham tentang bendera INI, maka ada baiknya kita bantu infokan ke teman-teman kita lainnya. Yuk ah!
Saya tahu, mungkin Anda sudah tahu bahwa itu adalah #PanjiRasulullah.
Sayangnya, tidak semua orang di luar sana memiliki pengetahuan dan tsaqofah Islam seperti Anda. Ada orang-orang yang memang perlu kita infokan (dan dakwahkan), sebagai bukti kasih sayang kita ke sesama.

Tentu Anda akan marah besar dan sangat kesal ketika Ar-rayah dan Al-liwa ini dikira bendera partai tertentu, bendera ISIS, bahkan Teroris. Grrrr!! 😡
Kita jangan serta merta menyalahkan mereka. Karena bisa jadi, kesalahannya justru teletak pada kita. Kok bisa?

Bayangkan...
Selama Anda sekolah sampai sekarang, berapa jam Anda belajar ilmu agama dan mengkaji Islam?
Kalau cletukan teman Saya:
"Udah mata pelajaran agama cuma beberapa jam dalam sebulan, isi materinya gak fundamental dan komplit, eh guru/dosennya jarang masuk pula"
Saya sempat tertawa mendengar ungkapan sahabat tersebut, tapi ini menjadi PR besar kita semua. Juga tanggung jawab.

Kenapa?
Karena tugas berdakwah bukan hanya disematkan kepada Ustadz dan Para Ulama saja. Kita (sebagai Muslim) juga memiliki kewajiban untuk itu.
Allah SWT berfirman:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.. (An-Nahl : 125)
Ingat, Bisnis itu Pilihan. Dakwah itu Kewajiban.
Jadi, muslim cerdas kaya Anda tentu tahu kan apa yang harus dilakukan?

***
Sebagai muslim yang beriman dan bertakwa, tentu kita tidak bisa tinggal diam melihat opini "ngawur" soal raya dan liwa terus bertebaran.
Jangan sampai ada lagi yang menganggap itu bendera partai, ISIS, atau Teroris.
Karenanya...
Bukan tanpa alasan Allah menggerakkan mata Anda untuk membaca status Saya ini...
Bukan tanpa maksud Allah menggerakkan jempol Anda untuk terus scrolling ke bawah menyimak status ini...

Karena Allah sayang Anda.
Allah ingin Anda termasuk golongan yang menyerukan kebaikan.
Sebagaimana Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung” (QS : Ali Imran, 104)

Sehingga, karena alasan tersebut di atas...
Saya tidak perlu meminta Anda untuk men-SHARE status ini.
Saya juga tidak ingin memaksa Anda untuk mem-BAGIKAN postingan ini.
Saya pun tidak harus bersusah payah mempersuasi Anda untuk meng-INFOKAN tulisan ini ke teman-teman Anda.

Karena hati kecil dalam diri Anda, keimanan Anda pada Allah, dan kecintaan Anda pada Rasulullah
...sudah cukup menjadi alasan terkuat dan terbesar untuk SHARE tulisan ini ke sebanyak-banyaknya orang.
Semoga jadi pahala.
Semoga tercatat sebagai amal kebaikan.
#PanjiRasulullah
#BenderaUmatIslam
#IslamRahmatanLilAlamin
sumber : https://www.facebook.com/akh.dewa/posts/10209017925753904

HUKUM KPR MENURUT SYARIAH ISLAM

Tanya:
Ustadz, mohon dijelaskan hukum KPR dalam pandangan syariah Islam (Nita, Yogyakarta)


Jawab:
KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah kredit yang diberikan bank atau lembaga pembiayaan kepada nasabah untuk membeli rumah dari pihak developer. Pihak dalam KPR ada 3, yaitu: pembeli (nasabah), developer dan bank (atau lembaga pembiayaan).

Mekanisme KPR pada umumnya sebagai berikut;

1. Nasabah (pembeli) membayar DP kepada developer, misalnya 20% dari harga rumah, setelah pembeli memenuhi syarat-syarat administratif (KTP, KK, Slip Gaji, dll)
2. Nasabah mengajukan kredit pinjaman senilai 80% dari harga rumah kepada bank atau lembaga pembiayaan
3. Nasabah melunasi pinjaman tersebut kepada bank secara angsuran disertai bunga.
4. Nasabah menjadikan rumah yang dibeli sebagai agunan (jaminan). Jika nasabah melakukan wanprestasi (cedera janji), seperti terlambat membayar angsuran, maka bank akan mengenakan denda.

KPR hukumnya haram menurut syariah Islam, karena 3 alasan berikut:

Pertama, karena dalam KPR terjadi riba dalam muamalah antara nasabah dengan bank. Padahal Islam telah mengharamkan riba (Lihat QS al-Baqarah: 275). Riba tersebut berupa bunga atas pokok utang yang dipungut bank dari nasabah. Para ulama telah sepakat bahwa setiap tambahan yang disyaratkan dalam akad utang (dain) adalah riba yang hukumnya haram.

Imam Ibnul Mundzir berkata; “Para ulama telah sepakat bahwa pemberi pinjaman jika mensyaratkan (kepada penerima pinjaman) sepersepuluh dari nilai pinjaman sebagai tambahan atau hadiah, lalu dia memberikan pinjaman dengan ketentuan tersebut, maka pengambilan tambahan atas pinjaman itu adalah riba.” (Ibnul Mundzir, Al Ijma, hlm 109)

Kedua, karena dalam KPR nasabah menjadikan barang yang dibeli (yaitu rumah) sebagai jaminan (rahn). Menjaminkan barang obyek jual beli (rahn al mabi’) secara syariah tidak dibolehkan.

Ini adalah pendapat Imam Syafi’i sebagaimana dikutip Ibnu Qudamah, “Jika 2 orang berjual beli dengan syarat menjadikan barang yang dibeli sebagai jaminan atas harganya, maka jual belinya tidak sah. Ini dikatakan Ibnu Hamid dan juga pendapat Syafi’i. Sebab barang yang dibeli ketika disyaratkan menjadi jaminan (rahn), berarti itu belum menjadi milik pembeli,” (Ibnu Qudamah, al-Mughni, 4/285, Kitab ar Rahn).

Imam Ibnu Hajar al Haitami berkata, “Tidak sah jual beli dengan syarat menjaminkan barang yang dibeli.” (Ibnu Hajar al Haitami, al Fatawa al Fiqhiyah al Kubra, 2/279).

Imam Ibnu Hazm berkata, “Tidak boleh menjual suatu barang dengan syarat menjadikan barang itu sebagai jaminan atas harganya. Kalau jual beli sudah terlanjur, harus dibatalkan (difasakh)” (Ibnu Hazm, al Muhalla, 3/417, masalah 1228)

Ketiga, karena dalam KPR biasanya ada denda dari bank jika nasabah melakukan wanprestasi (cedera janji) terhadap perjanjian kredit (PK). Misalnya denda kepada nasabah yang menunggak pembayaran angsuran per bulan. Atau denda kepada nasabah yang melunasi sisa angsuran lebih awal dari waktu yang seharusnya.

Kedua macam denda tersebut hakikatnya adalah riba yang diharamkan Islam, karena ia merupakan tambahan yang disyaratkan atas pokok utang. (Prof Muhammad al Husain ash Showa, al Syarat hal Jaza’iy fi al Duyuun: Dirasat Fiqhiyyah Muqaranah, hlm 23-25)

Kesimpulannya, KPR hukumnya haram dalam syariah Islam. Pihak yang melakukan keharaman ini adalah nasabah dan bank yang secara langsung terlibat dalam riba. Pihak developer walau tak terlibat langsung, namun turut berdosa karena menjadi perantara bagi terjadinya riba. Kaidah fiqih dalam masalah inni menyebutkan, al wasiilah ilal haraam haram “Setiap wasilah (perantaraan) menuju kepada yang haram, hukumnya haram juga”
(KH. Muhammad Shiddiq Al Jawi, M.SI)

Channel Telegram @mshiddiqaljawi (bit.ly/TelegramShiddiqAlJawi)

TAHUKAH KITA?

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur'an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan.


*taukah anda*....?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

*taukah anda*.....?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

*taukah anda*.....?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

*taukah anda*......?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

*taukah anda*......?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

*taukah anda*......?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda: "sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku' atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut".
wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah... dan tahanlah lebih lama ruku' dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

*taukah anda*.......?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

*taukah anda*.......?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

*taukah anda*.......?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

semoga bermanfaat
. . .
Nota Bene:
Referensi dari ayat Al-Quran dan Hadits telah ditambahkan pada komentar. Silahkan silaturahmi.
Semoga menjadi amal Jariyah kepada yang membagikan. Aamiin Allahuma Aamiin

Abdurrahman Bin Auf, Sukses yang mengguncang dunia

Jika al Khawarizmi mampu mengguncang dunia di abad 8 Hijriah, maka hal yang sama juga terjadi dalam rentang 14 abad Islam menaungi 2/3 belahan dunia, merahmati alam raya. 



Salah satunya adalah sahabat Abdurrahman bin Auf yang telah mengguncang dunia melalui keteladanannya sebagai muslim sejati, termasuk dalam berbisnis yang dilakukannya pada abad 1 Hijriah.

Abdurrahman bin Auf termasuk generasi sahabat yang masuk Islam sangat awal, menjadi orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar. Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

Sungguh banyak teladan yang dapat direngkuh dari sepak terjang bisnis beliau. Salah satunya adalah pada aspek prinsip manajemen bisnis yang dipegang kuat dan diterapkan secara konsisten dan penuh komitmen.

Beberapa prinsip beliau yang telah dikenal luas adalah hanya berbisnis barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun, keuntungan bisnis yang didapat dinikmati dengan menunaikan hak keluarga dan hak Allah, untuk perjuangan di jalan Allah dan menjadikan harta perniagaan sebagai sesuatu yang dikendalikannya, bukan yang mengendalikannya.

Prinsip-prinsip manajemen bisnis itu pun dibuktikan. Sejarah pun mencatatnya. Diantaranya adalah

• Berbisnis barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.

Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga sahabat lainnya, Utsman bin Affan ra. yang juga pengusaha sukses dan sudah sangat kaya pun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Ustman bin Affan berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkah”.

• Keuntungan bisnis yang didapat dinikmati dengan menunaikan hak keluarga dan hak Allah, perjuangan di jalan Allah.

Ketika Rasullullah SAW membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang sedang musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas (1 uqiyah setara dengan 50 dinar) sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman berdosa kepada keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”.

Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan
uang belanja untuk istrimu ?”, “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya. Subhanallahu.

Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya senilai 2.000 Dinar.

Atas infaq ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW : “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.”

• Menjadikan harta perniagaan sebagai sesuatu yang dikendalikannya, bukan yang mengendalikannya.

Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah.

Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan antara lain 40.000 Dirham, 40.000 Dinar, 200 uqiyah emas, 500 kuda, dan 1.500 unta.

Banyak dan sering sekali, beliau menggunakan hartanya untuk diinfaqkan. Sampai- sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.

Dengan begitu banyak harta yang diinfaqkan di jalan Allah, ketika meninggal pada usia 72 tahun beliau masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak
yaitu terdiri dari 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3.000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Artinya, kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2.560.000 Dinar.

Subhanallahu… Allahu akbar!!!

catatan: 1 dinar = 4,25 gram emas. 1 dirham = 2,975 gram perak.

disarikan dari berbagai sumber.

Semoga Bisa Menjadi Inspirasi

Salam Positif, Sukses, Mulia